Museum Sandi, Beragam Kode Rahasia Jaman Perjuangan Bisa Kita Jumpai di Sini

YOGYA, KRJOGJA.com - Setidaknya ada 32 museum yang bisa jadi rekomendasi wisata edukasi saat liburan ke Yogyakarta. Salah satunya adalah Museum Sandi, tempat dimana sejarah perkembangan persandian di Indonesia dari waktu ke waktu dicatat.  

Beberapa ruangan yang ada di museum Sandi menampilkan berbagai benda bersejarah dalam dunia persandian Indonesia, seperti buku sandi, sepeda onthel para kurir, dan lain-lain. Tak ketinggalan ada juga beberapa diorama yang menggambarkan kegiatan petugas sandi di zaman perang kemerdekaan. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Awal mula persandian yang ada di Indonesia dimulai saat perjuangan kemerdekaan, baik yang berada di wilayah perkotaan hingga pelosok. Dalam sejarah tercatat, Mr Amir Syarifudin yang pada saat itu merupakan Menteri Pertahanan dari Yogya meminta dr Roebiono Kertopati, seorang dokter di Kementerian Pertahanan bagian B untuk membentuk dan memimpin Dinas Code.

"Tugas Dinas Code sangat vital untuk mengamankan berita rahasia agar tidak mudah diketahui musuh. Mereka berkomunikasi melalui sandi yang mereka sepakati seperti ini. Jadi dengan adanya Dinas Code tersebut, instansi hingga daerah-daerah bisa berkomunikasi," tutur Ima Eldisa, edukator museum sandi ketika menceritakan sejarah persandian kepada KRJOGJA.com. 

Pada awal kemerdekaan berbagai instansi di Indonesia masih menggunakan sandi lama dari masa kolonial, sehingga mudah diretas oleh pihak tentara Belanda. Menyadari hal tersebut, dr Roebiono pun berinisiatif membentuk sandi baru yang hanya dapat digunakan oleh pihak Republik Indonesia

Menurutnya, para pejuang Indonesia melakukan kegiatan persandian di rumah Bapak Ponijan di Dusuh Dukuh, Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo DIY. "Rumah ini ada di Kulon Progo, seperti rumah joglo dan memilik 3 ruangan tempat menulis pesan rahasia, tempat berdiskusi dan tempat beristirahat. Mereka bekerja hanya menggunakan tulisan tangan, ditemani lampu semprong di malam hari seperti ini," katanya. 

Sejarah pendirian museum sandi sendiri Prakarsa pembangunan Museum Sandi berawal dari gagasan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berkeinginan untuk menempatkan koleksi persandian di Museum Perjuangan Yogyakarta. 

Museum yang didirikan atas kerjasama Lembaga Sandi Negara dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata ini merupakan museum pertama dan satu-satunya di dunia yang mengoleksi peralatan untuk mengirimkan pesan rahasia atau persandian. Museum ini terletak di 
Jalan Faridan M Noto No 21, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

"Siapapun dapat berkinjung ke Museum Sandi, kami akan ajak para pengunjung baik dari dalam atau luar Yogya untuk mengetahui alat komunikasi zaman dulu itu sangatlah menarik," katanya. Untuk masuk museum sandi para pengunjung tidak dipungut biaya dan buka setiap hari terkecuali hari libur nasional. (Ive)

 

© Copyright 2018. Ngejogja.com