Kue Bingke Pontianak Diminati Masyarakat Yogyakarta

YOGYAKARTA menjadi salah satu kota yang kaya keragaman karena ditinggali masyarakat dari berbagai daerah.  Salah satu makanan khas daerah yang dapat ditemukan di Yogya adalah kue bingke, makanan ini merupakan makanan yang berasal dari Pontianak. 

Menggunakan gerobak sederhana, setiap harinya sepasang suami istri asli Pontianak bernama Syarif dan Akan Dreani menjajakan panganan bernama Bingke ini. Mereka berdua berjualan di pertigaan Purwokinanti, jalan Sultan Agung Yogyakarta, Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta atau selatan bekas Bioskop Permata,

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Mereka bercerita, awalnya berjualanpada tahun 2002 silam di Wirobrajan, namun sempat vakum dan mulai berjualan kembali di tahun 2010 sampai sekarang. Selain itu awalnya mereka hanya mencoba ingin menjual makanan khas Pontianak dan mendapatkan respon yang baik sehingga meneruskan berjualan nya. "Kebetulan dulu waktu di asrama Kalimantan Barat mencoba pengen menjual makanan khas Kalimantan Barat, hanya mencoba saja. Eh ternyata orang-orang jogja cukup menggemari,” tutur mereka.

Syarif mengungkapkan untuk membuat kue ini bahan utama yang digunakan adalah kentang, tepung terigu, telur, dan santan. Adonan tersebut kemudian dipanggang menggunakan loyang berbentuk bunga. Cara memanggang kue ini cukup unik, setelah adonan dituang ke dalam loyang kemudian diletakan di atas penggangan yang penuh dengan arang yang membawa. Lalu kemudian adonan dipanggangdi bawah bara api.

Meski tempat berjualannya sederhana, tetapi rasa makanan yang satu ini sangat istimewa. Maka tak heran, setiap Syarif dan Istrinya menggelar dagangannya mulai dari jam 15.00 langsung diserbu pembeli. Harga kue bingke ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 11.000, Dalam sehari mereka membatasi penjualannya hanya sebanyak 70 loyang saja.

"sebenarnya banyak sekali yang pesan, bahkan sampai 200 loyang. Tetapi kita membatasi sehari cuman 70 loyang saja, soalnya kita cuman mampu buat yang cuman segitu,” ujar Faris yang merupakan lulusan sarjana disalahkeun satu perguruan tinggi di Yogya. (Rizy Octavian)

© Copyright 2018. Ngejogja.com