Bikin 'Bedjokarto' Si Bregada Lucu Jadi Cara Seniman Yogya Ingatkan Wisatawan

YOGYA, KRJOGJA.com - Bedjo dan Karto, dua kata dalam bahasa Jawa yang jika dibahasa Indonesia-kan berarti Untung dan Aman. Spirit itulah yang lantas coba disuarakan beberapa seniman Yogyakarta hingga akhirnya menghasilkan karya seni instalasi bernama Bedjokarto. 

Tujuh buah patung berbahan semen konsentrat dan serat kaca dipasang di pedestrian sepanjang Jalan Malioboro mulai 23 Desember 2018 lalu. Menariknya, patung-patumg yang berkarakter abdi dalem lucu tersebut masing-masing mengungkapkan makna tersendiri yang harapannya mampu ditangkap oleh wisatawan dan masyarakat Yogyakarta sendiri. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

KRjogja.com Kamis (3/1/2019) mencoba mengobrol dengan sang seniman pencipta patung Bedjokarto, Duvrart Angelo. Duvrart mengungkap tujuh buah patung Bedjokarto tersebut digagas bersama beberapa rekan seperti Febrianto Trikurniawan (Bayi) dan Faisal Aditya selama empat bulan lamannya. 

“Kami mengobrol bertiga, lalu muncul niatan buat karya yang memiliki karakter Jogja juga  bersinggungan dengan publik (interaktif) alhasil kami sepakat dengan pilihan karakter desain oleh Febri yang dinamamakan Bedjo karena memiliki karakter Jawa banget dan saya mewujudkan ke dalam bentuk 3 dimensi sedangkan Faisal merancang kostumnya,” ungkap Duvrart. 

Bedjo lantas dieksekusi oleh Duvrart dan rekan-rekan hingga berhasil dipasang di sepanjang Jalan Malioboro sejak 23 Desember 2018 lalu. Bukan hanya untuk bersinggungan langsung dengan wisatawan dan masyarakat pada umumnya, Bedjo ternyata membawa pesan tersendiri untuk disampaikan. 

“Kami ingin mengajak masyarakat baik wisatawan maupun warga Jogja untuk selalu peduli terhadap kenyamanan lingkungan. Seperti masalah sampah, keberisikan juga yang kami gambarkan Bedjo membawa semacam saxophone dari knalpot motor. Inti dari semuanya adalah kami berharap semua sadar menjaga suasana Jogja yang nyaman,” imbuhnya. 

Karakter Bedjo sendiri memang terbilang cukup lucu dan menarik perhatian. Pakaian Bregada Kraton yang melekat dibumbui dengan badan tambun, senyum lebar gigi sedikit tonggos membuat wisatawan hampir selalu berhenti untuk paling tidak melihat lebih detail dan berfoto. 

Sayangnya, patung dua meter yang juga dikuratori Robby FTVLS, Danang serta Rully Prasetya ini tak lagi bisa menambah warna-warni Malioboro 6 Januari 2019 mendatang. Habisnya perijinan pemerintah Kota Yogyakarta membuat patung-patung lucu tersebut harus segera dipindahkan dari kawasan pamer saat ini. 

Meski begitu, semangat menebar energi positif untuk peduli terhadap lingkungan sekitar harus tetap digelorakan. Semoga saja semangat Bedjo bisa sampai ke banyak hati masyarakat Yogyakarta. (Fxh)

 

© Copyright 2018. Ngejogja.com