Tanjung Kesirat yang Memikat

LIBURAN kali ini bisa dibilang tak terencana. Berbekal sedikit pengetahuan wilayah Gunungkidul dan menyerahkan diri pada akurasi google map, kami nekad dan kesasar namun, justru menemukan tempat memikat bernama Tanjung Kesirat. 

Bersama tiga orang teman, kami berencana berlibur ke pantai pada pagi hari setelah malamnya menginap bersama. Kami memutuskan mengunjungi Pantai Watu Kodok yang terletak di Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Hanya berbekal sedikit pengetahuan mengenai jalan di Gunungkidul dan Google Map, kami berangkat, berharap sampai di tempat wisata yang diinginkan.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Perjalanan menggunakan sepeda motor kami tempuh dengan waktu kurang lebih 2 setengah jam dari arah Imogiri, Kabupaten Bantul. Entah karena kami yang kurang paham membaca peta atau karena sinyal di daerah Gunungkidul kurang mendukung, kami malah sampai di sebuah tempat dengan pemandangan laut lepas yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Waktu itu, yang ada di pikiran kami adalah bermain air lalu menikmati kuliner di daerah ini.

Tanjung Kesirat biasa untuk kemping anak muda. (Dewi Sartika)

Setelah memarkirkan kendaraan dengan tarif kurang lebih Rp 3.000, dengan bersemangat kami berjalan mendekati laut. Akses jalan lumayan membuat kami berkeringat meski jarak dari tempat parkir tidak terlalu jauh karena kontur tanah yang terjal. Dari kejauhan kami melihat ada beberapa tenda yang masih berdiri serta bekas api unggun. Beberapa orang juga nampak sedang membereskan peralatan menginap mereka. Ternyata tempat ini memang sering dijadikan lokasi kemping anak muda.

Setelah berjalan lebih dekat, baru kami menyadari kalau ini bukanlah pantai seperti yang diduga sebelumnya. Ini adalah sebuah tanjung. Di dekat tempat parkir, memang sudah ada papan penunjuk yang bertuliskan Tanjung Kesirat, namun kami tidak menyadarinya. Meskipun sedikit kecewa, kami tetap melanjutkan perjalanan.

Tanjung Kesirat juga kerap dijadikan tempat memancing. (Dewi Sartika)

Di pinggiran tanjung, nampak beberapa orang yang sedang memancing. Di salah satu bagian terdapat sebuah pohon yang cukup besar, sedangkan di bagian lain hanya terdapat beberapa pohon dengan ukuran kecil dan rerumputan. Kami menyadari bahwa ini tidak terlalu mengecewakan.

Pemandangan laut lepas berwarna biru yang seolah tak berujung, deburan ombak yang menerjang ujung-ujung tebing, serta angin yang cukup menyejukkan, mengobati kekecewaan kami. Meskipun langit pada waktu itu tidak terlalu cerah, kami tetap bisa menikmatinya. Kami memutuskan untuk berfoto di beberapa tempat, termasuk di pohon besar dan di beberapa bagian lain.

Pengunjung di Tanjung Kesirat tidak terlalu banyak, mungkin karena belum banyak yang mengetahuinya dan belum sepopuler pantai-pantai lain di Gunungkidul. Fasilitas yang tersedia pun terbilang belum lengkap.

Tanjung Kesirat (Dewi Sartika)

Kami tidak menemukan adanya toilet umum serta tempat sampah. Sewaktu kami berwisata, hanya ada satu pedagang yang menjajakan makanan dan minuman ringan, itupun menjadi satu bagian dengan tempat parkir.

Dengan segala kekurangannya, Tanjung Kesirat menawarkan sensasi berwisata yang berbeda dari pantai-pantai lain di Gunungkidul. Kami merasa sudah cukup puas dengan apa yang ada di tempat ini.

Oh iya, di salah satu tebing, terdapat 2 buah bangunan kosong dengan sisi-sisi temboknya yang sudah tidak utuh. Kami belum mendekati bagian itu, mungkin anda tertarik untuk berkunjung dan melihatnya langsung? (Dewi Sartika Anggrahini)

© Copyright 2018. Ngejogja.com