Liburan di Sini, Bayar Seiklasnya

YOGYAKARTA selalu menawarkan liburan istimewa. Salah satunya adalah berkunjung  salah satu destinasi ini. Tidak mahal karena pengunjung cukup bayar seiklasnya. 

Menikmati Yogyakarta tak cukup sehari, itu pasti. Namun, bagi traveler yang memiliki keterbatasan waktu dan ingin mencoba pengalaman berbeda bisa melakukan aktivitas berwisata yang satu ini. Berwisata ziarah ke makam-makam Raja Mataram di Kotagede. 

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Makam Raja – Raja Mataram yang terletak di jl. Masjid Mataram, Jagalan, Banguntapan, Bantul, DIY. Di sini tempatnya raja Mataram Islam pertama di Makamkan yaitu Panembahan Senopati dan beserta keluarganya. Panembahan Senapati wafat pada tahun 1601 dan dimakamkan berdekatan dengan makam ayahnya, Ki Ageng Pemanahan.

Pintu masuk ke makam raja Mataram (Anggit Dwi Prayoga)

“Di dalamnya (area pemakaman) ada makam pokok, itu yang di dalam bangunan, di luarnya itu makam trah,” jelas Hastono seorang abdi dalem yang sedang berjaga menceritakan isi dari area makam.

“Total makam yang ada di makam pokok itu 81, kalau yang di luar itu lebih banyak lagi, kira – kira 500 lebih, ” tambah Hastono sambil melihat buku denah makam.

Terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi sebelum masuk ke dalam komplek makam Raja – Raja Mataram Kotagede diantaranya harus menggunakan pakaian khas Abdi Dalem untuk laki – laki dan menggunakan kain jarik, kemben, dan melepas jilbab untuk perempuan. 

Di dalam makam terdapat larangan untuk memotret. Untuk masuk ke dalam pemakaman dan menyewa perlengkapan kalian bisa membayar secara sukarela untuk para abdi dalem dan operasional sekretariat.

Jam operasional untuk umum adalah hari Minggu, Senin, Kamis dan Jumat. Hari Minggu, Senin, Kamis mulai pukul 10.00 – 13.00, sedangkan hari Jumat mulai pukul 13.00 -  16.00.

Makam Raja-Raja Kotagede terletak sekitar 100 meter dari pasar Kotagede. Keberadaanya di kelilingi tembok besar dan kokoh. Ciri arsitektur budaya Hindu tampak di masuk gapura yang dinamakan Gapura Paduraksa. Kusennya berukir di sebelah selatan Masjid Besar Mataram yang menuju ke dalam kompleks Makam Raja-Raja Mataram. 

Setiap gapura memiliki pintu kayu yang tebal dengan ukiran yang indah dan dijaga oleh sejumlah abdi dalem berbusana adat Jawa. Ada 3 gapura yang harus dilewati sebelum masuk ke bangunan makam.

Selain Makam Raja – Raja Mataram juga terdapat Sendang Seliran. Sendang Seliran merupakan kolam pemandian umum yang masih digunakan masyarakat dan memiliki nilai sejarah. 

Pintu masuk ke Sendang Selira (Anggit Dwi Prayoga)

“Panembahan Senopati mau salat maghrib, tapi tidak ada air, jadi dia semedi atau berdoa pada Tuhan, dan injak tanah 3 kali, dari situ air keluar,” jelas Hastono menceritakan kisah masa lalu.

Sumber air tersebut kemudian digali dan diperluas dan dijadikan sendang kakung atau kolam pemandian untuk laki – laki. Lalu pada masa kepemimpinan hamengkubuwono pertama, dibuatkan sendang putri atau pemandian untuk Perempuan. 

Wisata ziarah ini bisa menjadi pilihan bagi yang ingin merasakan nuansa Yogyakarta dalam bentuk lain. (Anggit Dwi Prayoga)

 

© Copyright 2018. Ngejogja.com