Pesona di Balik Pantai Ngedan

Pantai Ngedan banyak menyimpan cerita mistis. Sebelum menjadi destinasi wisata, pantai ini sudah banyak
dikunjungi warga yang mengalami gangguan jiwa atau mengalami stress, sehinggga pantai ini dinamakan Pantai Ngedan.

MEMBICARAKAN objek wisata pantai di Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Gunungkidul yang luasnya 46 persen dari luas DIY, memiliki panjang pantai 70 kilometer mulai dari Kecamatan Purwosari berbatasan dengan Parangtritis, Bantul sampai Sadeng, Kecamatan Girisubo perbatasan dengan Kabupaten Wonogiri.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Sepanjang pantai di Gunungkidul sudah terdapat titik-titik yang dijadikan destinasi wisata alam cukup menakjubkan. Banyak wisatawan dari luar daerah menilai pantai di Gunungkidul tidak kalah dengan pantai di Pulau Bali, sehingga Gunungkidul bisa dikatakan Bali kedua.

Jika selama ini wisatawan mengenal Pantai Baron, Kukup, Krakap dan Indrayanti serta Wediombo, kini masyarakat secara mandiri mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata pantai baru. Satu di antaranya adalah Pantai Ngedan di Dusun Bedalo, Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari.

Destinasi wisata ini baru diperkenalkan  pada 2015 setelah mendapatkan kucuran dana dari  Master Plan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) PNPM Mandiri, dan pada tahun itu pula digunakan untuk membangun jalan setapak, gazebo dan tempat parkir.

Pantai Ngedan yang terletak di sebelah barat Pantai Nguyahan dan sebelah timur Pantai Gesing, Girikarto, Panggang ini memiliki pesona tersendiri.  Kondisi pantai yang curam dan terdapat hamparan pasir putih sepanjang 60 meter dan lebar 40 meter ini terdapat batu karang yang menambah keindahan pantai.

Menurut Ketua Pokdarwis Pantai Ngedan Krambilsawit, Wagiman, pantai ini banyak dikunjungi wisatawan pada sore hari karena bisa melihat ketika matahari terbenam (sunset).

Meski dari jalan raya antara Desa Krambilsawit menuju Pantai Ngrenehan sampai ke Pantai Ngedan sepanjang  3,4 kilometer masih berupa jalan cor blok, namun tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke pantai yang masih alami ini. "Jika musim liburan tiap hari tidak kurang dikunjungi 400 orang," kata Wagiman didampingi Dukuh Bedalo Sumindar.

Untuk menuju ke Pantai Ngedan, dari arah Yogya melewati Patuk sampai di simpang tiga Gading, Playen belok ke kanan menuju Paliyan dan Saptosari ke arah barat menuju jalan Panggang, setelah sampai di simpang tiga Jetis, Saptosari belok ke kiri kurang lebih  7 kilometer sampai di pantai. Atau dari  Imogiri-Panggang-Saptosari-Krambilsawit yang jaraknya lebih dekat.

Di samping itu, kata Kasi Kesejahteraan Desa Krambilsawit Antono Putro, Pantai Ngedan ini semula dijadikan tempat pemancingan  yang banyak didatangi pemancing mania dari berbagai daerah seperti Solo, Magelang, Semarang dan lainnya. Tempat ini nyaman untuk memancing dan menyalurkan hobinya karena sepi dan banyak ikan besar.

Di samping itu, kata Antono, Pantai Ngedan ini banyak menyimpan cerita mistis, di antaranya tempat ini sebelum menjadi destinasi wisata sudah banyak dikunjungi warga yang mengalami gangguan jiwa atau mengalami stress. Setelah bermain di pinggir laut, pulang bisa mendapatkan inspirasi dan spirit serta semangat dan sembuh dari stress, sehinggga pantai ini dinamakan Pantai Ngedan.

Pantai Ngedan di Gunung Kidul cocok untuk camping (Agus Waluyo)

Namun, di balik cerita tersebut, Pantai Ngedan sebelum menjadi destinasi wisata yang mempesona, hanya akan dijadikan tempat pendaratan kapal nelayan, namun masyarakat mengubahnya menjadi objek wisata alam. Di pantai ini juga terdapat biota laut dan terumbu karang yang bisa dinikmati ketika air dalam kondisi pasang.

Selain Pantai Ngedan, di sebelah baratnya masih ada beberapa pantai di antaranya Pantai Janganan, Pantai Ngluwen, Pantai Nglimun, Pantai Burit dan Pantai Butuh. Beberapa pantai ini memang masih perawan dan belum banyak dikenal wisatawan, namun masyarakat akan mengembangkannya dan memberdayakannya menjadi destinasi baru yang menjadi paket dengan Pantai Ngedan. Menurut Wagiman, Pantai Burit dan Pantai Butuh ini banyak didatangi wisatawan mahasiwa dan pelajar untuk mengadakan kemah di pinggir pantai, karena tempatnya sangat cocok.

Untuk mempromosikan Pantai Ngedan dan sekitarnya, masyarakat dan pokdarwis mempersiapkan rumah warga untuk dijadikan homestay. Homestay yang disiapkan ini berstandar internasional, yang bisa dijadikan live in bagi wisman untuk bisa mengenal kehidupan di pedesaan, mata pencaharian dan mengenal seni dan budaya. Adapun kesenian yang ada di desa ini meliputi wayang kulit, karawitan dan akan dikembangkan kesenian reog dan jatilan untuk menghibur wisatawan.

Kepala Desa Krambilsawit Wagiyo memprogramkan  membangun tempat parkir dua lantai di atas tanah Sultan Ground (SG) dengan menggunakan dana desa atau dari pihak lain. Sedangkan untuk melebarkan dan pengaspalan jalan menuju pantai akan diusulkan lewat Dana Keistimewaan DIY sepanjang 4.475 meter, agar wisatawan lebih nyaman. Sementara ini jalan cor blok yang ada masih sempit, jika ada kendaraan yang berpapasan masih sulit.<B>(Agus Waluyo/Kedaulatan Rakyat)

© Copyright 2018. Ngejogja.com